✨ Visual Editor

close

palette Canvas & Background

Gradient:arrow_forward
Text Color:
135°

style Card Style

40px
16px

text_fields Typography

16px
Rubber Game
@rubbergameid
Mulai dari Lin Dan hingga Hendra/Ahsan.

Bagaimana perubahan kecil pada detail permainan berdampak besar terhadap capaian mereka.

[THREAD]
Thread image
Thread image
Thread image
Rubber Game
@rubbergameid
Lin Dan

Dianggap sebagai salah satu bakat terbesar yang pernah China hasilkan, Lin Dan malah tersingkir secara dini di Olimpiade Athena 2004.

Lin Dan yang berstatus unggulan pertama kala itu harus mengakui keunggilan Ronald Susilo (Singapura) dua gim langsung.
Rubber Game
@rubbergameid
Setelah kekalahan itu, banyak perubahan yang Lin Dan lakukan. Salah satu yang cukup mencolok adalah caranya memegang raket.

Jika sebelumnya kerap memegang bagian pertengahan hingga atas grip raket, Lin Dan mengubahnya dengan memegang bagian yang lebih rendah.
Rubber Game
@rubbergameid
Perubahan itu membuat Lin Dan lebih leluasa mengarahkan smash ke sudut2 sulit. Pukulan-pukulannya juga lebih tajam dan bertenaga daripada sebelumnya.

Ditambah dengan tinggi badannya yang lumayan, bertahan dari smash2 menyilang Lin Dan amat sulit dilakukan.
Rubber Game
@rubbergameid
Babak berikutnya dalam perubahan Lin Dan terjadi setelah sistem skor 15 poin berubah menjadi 21.

Di masa ini, Lin Dan yang sebelumnya dikenal cenderung eksplosif terlihat menjadi lebih tenang.

Pergerakannya efisien, pukulannya penuh akurasi, permainannya super tenang.
Rubber Game
@rubbergameid
Sistem rally point yang penuh resiko tampaknya berperan penting dalam perubahan tersebut.

Di sisi lain, Lin Dan yang semakin matang terlihat lebih tenang, sekaligus mulai berusaha mengakali berbagai perubahan dari fisiknya yang makin bertambah.
Rubber Game
@rubbergameid
Hasil dari perubahan itu amat dahsyat. Tak cuma raihan trofinya yang terus bertambah, konsistensinya di level tertinggi pun amat terjaga. Dua emas Olimpiade adalah bukti nyata.
Rubber Game
@rubbergameid
Ahsan/Hendra

Ahsan/Hendra tak lagi muda saat kembali berpasangan. Karena tak lagi muda, mereka tak bisa lagi secepat dan sepowerful dulu.

Dalam sebuah wawancara, mereka mengakui kondisi tersebut sebagai kekurangan.
Rubber Game
@rubbergameid
Di tengah serba keterbatasan dan dominasi pasangan yang lebih muda, pasangan ini menyesuaikan gaya main mereka.

Kini Ahsan/Hendra terlihat lebih mengandalkan efisiensi, baik dalam hal pergerakan maupun penempatan bola.
Rubber Game
@rubbergameid
Pada banyak wawancara setelah memenangi laga sengit, mereka selalu menyebut efisiensi sebagai kunci. Coach Herry IP juga mengatakan bahwa Ahsan/Hendra banyak berubah.

"Mereka lebih menekankan efisiensi penempatan bola, berbeda ketimbang dulu," tutur Herry, dilansir Bolasport.
Rubber Game
@rubbergameid
Hasilnya, di usia tuanya Ahsan/Hendra mampu menyabet berbagai gelar bergengsi, mencapai ranking 2 dunia, dan terus konsisten di level tertinggi kendati usia mereka juga terus meninggi.

Bahkan, Ahsan/Hendra masih mampu menembus Olimpiade Tokyo dan mencapai babak semifinal.
Rubber Game
@rubbergameid
Greysia Polii

Selama belasan tahun karier di dunia bulu tangkis, Greysia Polii konsisten menggunakan backhand service tiap kali melakukan service.
Rubber Game
@rubbergameid
Hingga beberapa tahun kemudian, Greysia menyadari bahwa servis yang ia lakukan dengan teknik tersebut kerap kali kurang sempurna, terutama sebagai dampak dari cedera bahu yang ia derita. Hasilnya, tak jarang itu malah membuatnya kehilangan banyak poin.
Rubber Game
@rubbergameid
Kedatangan Eng Hian sebagai pelatih ganda putri pelatnas menjadi pemicu. Menurut Eng Hian, backhand service Greysia sering terlalu tinggi sehingga gampang dimatikan lawan.

Alhasil, ia menyarankan Greysia untuk mengubah teknik servisnya dari backhand ke forehand.
Rubber Game
@rubbergameid
Meski kita sebagai penonton merasa agak kikuk melihatnya, Greysia mengaku lebih nyaman saat melakukannya.
Rubber Game
@rubbergameid
Dalam masa singkat setelah perubahan tersebut, Greysia, bersama Apri sebagai pasangannya, berhasil mencatatkan beberapa prestasi mengesankan.

Pemungkasnya adalah emas Olimpiade di sektor ganda putri, yang belum pernah Indonesia raih sebelumnya.
Generated by Thread Navigator
100%
view_carousel Carousel Studio NEW
Press + S to quick-export