@rubbergameid: Mulai dari Lin Dan hingga Hend...
@rubbergameid
11 views
Mar 02, 2026
2
Lin Dan
Dianggap sebagai salah satu bakat terbesar yang pernah China hasilkan, Lin Dan malah tersingkir secara dini di Olimpiade Athena 2004.
Lin Dan yang berstatus unggulan pertama kala itu harus mengakui keunggilan Ronald Susilo (Singapura) dua gim langsung.
Dianggap sebagai salah satu bakat terbesar yang pernah China hasilkan, Lin Dan malah tersingkir secara dini di Olimpiade Athena 2004.
Lin Dan yang berstatus unggulan pertama kala itu harus mengakui keunggilan Ronald Susilo (Singapura) dua gim langsung.
3
Setelah kekalahan itu, banyak perubahan yang Lin Dan lakukan. Salah satu yang cukup mencolok adalah caranya memegang raket.
Jika sebelumnya kerap memegang bagian pertengahan hingga atas grip raket, Lin Dan mengubahnya dengan memegang bagian yang lebih rendah.
Jika sebelumnya kerap memegang bagian pertengahan hingga atas grip raket, Lin Dan mengubahnya dengan memegang bagian yang lebih rendah.
4
Perubahan itu membuat Lin Dan lebih leluasa mengarahkan smash ke sudut2 sulit. Pukulan-pukulannya juga lebih tajam dan bertenaga daripada sebelumnya.
Ditambah dengan tinggi badannya yang lumayan, bertahan dari smash2 menyilang Lin Dan amat sulit dilakukan.
Ditambah dengan tinggi badannya yang lumayan, bertahan dari smash2 menyilang Lin Dan amat sulit dilakukan.
5
Babak berikutnya dalam perubahan Lin Dan terjadi setelah sistem skor 15 poin berubah menjadi 21.
Di masa ini, Lin Dan yang sebelumnya dikenal cenderung eksplosif terlihat menjadi lebih tenang.
Pergerakannya efisien, pukulannya penuh akurasi, permainannya super tenang.
Di masa ini, Lin Dan yang sebelumnya dikenal cenderung eksplosif terlihat menjadi lebih tenang.
Pergerakannya efisien, pukulannya penuh akurasi, permainannya super tenang.
6
Sistem rally point yang penuh resiko tampaknya berperan penting dalam perubahan tersebut.
Di sisi lain, Lin Dan yang semakin matang terlihat lebih tenang, sekaligus mulai berusaha mengakali berbagai perubahan dari fisiknya yang makin bertambah.
Di sisi lain, Lin Dan yang semakin matang terlihat lebih tenang, sekaligus mulai berusaha mengakali berbagai perubahan dari fisiknya yang makin bertambah.
7
Hasil dari perubahan itu amat dahsyat. Tak cuma raihan trofinya yang terus bertambah, konsistensinya di level tertinggi pun amat terjaga. Dua emas Olimpiade adalah bukti nyata.
8
Ahsan/Hendra
Ahsan/Hendra tak lagi muda saat kembali berpasangan. Karena tak lagi muda, mereka tak bisa lagi secepat dan sepowerful dulu.
Dalam sebuah wawancara, mereka mengakui kondisi tersebut sebagai kekurangan.
Ahsan/Hendra tak lagi muda saat kembali berpasangan. Karena tak lagi muda, mereka tak bisa lagi secepat dan sepowerful dulu.
Dalam sebuah wawancara, mereka mengakui kondisi tersebut sebagai kekurangan.
9
Di tengah serba keterbatasan dan dominasi pasangan yang lebih muda, pasangan ini menyesuaikan gaya main mereka.
Kini Ahsan/Hendra terlihat lebih mengandalkan efisiensi, baik dalam hal pergerakan maupun penempatan bola.
Kini Ahsan/Hendra terlihat lebih mengandalkan efisiensi, baik dalam hal pergerakan maupun penempatan bola.
10
Pada banyak wawancara setelah memenangi laga sengit, mereka selalu menyebut efisiensi sebagai kunci. Coach Herry IP juga mengatakan bahwa Ahsan/Hendra banyak berubah.
"Mereka lebih menekankan efisiensi penempatan bola, berbeda ketimbang dulu," tutur Herry, dilansir Bolasport.
"Mereka lebih menekankan efisiensi penempatan bola, berbeda ketimbang dulu," tutur Herry, dilansir Bolasport.
11
Hasilnya, di usia tuanya Ahsan/Hendra mampu menyabet berbagai gelar bergengsi, mencapai ranking 2 dunia, dan terus konsisten di level tertinggi kendati usia mereka juga terus meninggi.
Bahkan, Ahsan/Hendra masih mampu menembus Olimpiade Tokyo dan mencapai babak semifinal.
Bahkan, Ahsan/Hendra masih mampu menembus Olimpiade Tokyo dan mencapai babak semifinal.
12
Greysia Polii
Selama belasan tahun karier di dunia bulu tangkis, Greysia Polii konsisten menggunakan backhand service tiap kali melakukan service.
Selama belasan tahun karier di dunia bulu tangkis, Greysia Polii konsisten menggunakan backhand service tiap kali melakukan service.
13
Hingga beberapa tahun kemudian, Greysia menyadari bahwa servis yang ia lakukan dengan teknik tersebut kerap kali kurang sempurna, terutama sebagai dampak dari cedera bahu yang ia derita. Hasilnya, tak jarang itu malah membuatnya kehilangan banyak poin.
14
Kedatangan Eng Hian sebagai pelatih ganda putri pelatnas menjadi pemicu. Menurut Eng Hian, backhand service Greysia sering terlalu tinggi sehingga gampang dimatikan lawan.
Alhasil, ia menyarankan Greysia untuk mengubah teknik servisnya dari backhand ke forehand.
Alhasil, ia menyarankan Greysia untuk mengubah teknik servisnya dari backhand ke forehand.
15
Meski kita sebagai penonton merasa agak kikuk melihatnya, Greysia mengaku lebih nyaman saat melakukannya.
16
Dalam masa singkat setelah perubahan tersebut, Greysia, bersama Apri sebagai pasangannya, berhasil mencatatkan beberapa prestasi mengesankan.
Pemungkasnya adalah emas Olimpiade di sektor ganda putri, yang belum pernah Indonesia raih sebelumnya.
Pemungkasnya adalah emas Olimpiade di sektor ganda putri, yang belum pernah Indonesia raih sebelumnya.


