PENAMAAN NAMA MANHAJ SALAF HANYALAH TIPU MUSLIHAT UNTUK KEPENTINGAN KELOMPOK
Penamaan “Manhaj Salaf” itu diciptakan dengan cara “Menyunat” sepenggal hadist yang tidak terkait sama sekali. Tujuannya adalah agar tampil beda dari umat Islam yang bermazhab.
VIDEO
Dan yakin benar inilah nama terbaik untuk satu satunya golongan yang selamat.
Gerakan ini saking ingin tampil beda, mereka melakukan "sunatan masal" terhadap dalil-dalil untuk membangun kesan adanya Manhaj Salaf.
Gerakan ini saking ingin tampil beda, mereka melakukan "sunatan masal" terhadap dalil-dalil untuk membangun kesan adanya Manhaj Salaf.
Contoh hadist yang di “sunat” yang sering dipakai ialah:
اِتَّقِيْ اللهَ وَاصْبِرِي فَإِنَّ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ
“Bertakwalah kamu dan bersabarlah karena sesungguhnya sebaik-baik Salaf bagi kamu (pendahulumu) adalah aku”
📚HR. Al-Bukhari dan Muslim
اِتَّقِيْ اللهَ وَاصْبِرِي فَإِنَّ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ
“Bertakwalah kamu dan bersabarlah karena sesungguhnya sebaik-baik Salaf bagi kamu (pendahulumu) adalah aku”
📚HR. Al-Bukhari dan Muslim

Hadits tsb bukan bicara manhaj, tapi menjelaskan keutamaan putri beliau, Fathimah. Pasca Rasul wafat Fathimah lah yang segera menyusul di kalangan keluarganya, yakni tidak ada yang lebih baik dari pada Fathimah selain Rasulullah yang mendahuluinya.
Jadi salaf dalam konteks itu adalah pendahulu keluarga Fathimah.
Berikut hadist riwayat lengkapnya:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَهُ لَمْ يُغَادِرْ مِنْهُنَّ وَاحِدَةً فَأَقْبَلَتْ فَاطِمَةُ تَمْشِي مَا
Berikut hadist riwayat lengkapnya:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَهُ لَمْ يُغَادِرْ مِنْهُنَّ وَاحِدَةً فَأَقْبَلَتْ فَاطِمَةُ تَمْشِي مَا
تُخْطِئُ مِشْيَتُهَا مِنْ مِشْيَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا فَلَمَّا رَآهَا رَحَّبَ بِهَا فَقَالَ مَرْحَبًا بِابْنَتِي ثُمَّ أَجْلَسَهَا عَنْ يَمِينِهِ أَوْ عَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ سَارَّهَا فَبَكَتْ بُكَاءً شَدِيدًا فَلَمَّا رَأَى
جَزَعَهَا سَارَّهَا الثَّانِيَةَ فَضَحِكَتْ فَقُلْتُ لَهَا خَصَّكِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْنِ نِسَائِهِ بِالسِّرَارِ ثُمَّ أَنْتِ تَبْكِينَ فَلَمَّا قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلْتُهَا مَا قَالَ لَكِ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ مَا كُنْتُ أُفْشِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِرَّهُ قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ عَزَمْتُ عَلَيْكِ بِمَا لِي عَلَيْكِ مِنْ
الْحَقِّ لَمَا حَدَّثْتِنِي مَا قَالَ لَكِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ أَمَّا الْآنَ فَنَعَمْ أَمَّا حِينَ سَارَّنِي فِي الْمَرَّةِ الْأُولَى فَأَخْبَرَنِي أَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يُعَارِضُهُ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً أَوْ
مَرَّتَيْنِ وَإِنَّهُ عَارَضَهُ الْآنَ مَرَّتَيْنِ وَإِنِّي لَا أُرَى الْأَجَلَ إِلَّا قَدْ اقْتَرَبَ فَاتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي فَإِنَّهُ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ قَالَتْ فَبَكَيْتُ بُكَائِي الَّذِي رَأَيْتِ فَلَمَّا رَأَى جَزَعِي سَارَّنِي الثَّانِيَةَ فَقَالَ يَا
فَاطِمَةُ أَمَا تَرْضَيْ أَنْ تَكُونِي سَيِّدَةَ نِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ أَوْ سَيِّدَةَ نِسَاءِ هَذِهِ الْأُمَّةِ قَالَتْ فَضَحِكْتُ ضَحِكِي الَّذِي رَأَيْتِ
Dari 'Aisyah dia berkata; 'Suatu ketika para istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sedang berkumpul dan berada di sisi beliau tanpa ada seorang pun yang tidak hadir saat itu.
Tak lama kemudian, datanglah Fathimah dengan berjalan kaki yang mana cara jalannya persis dengan cara jalannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika melihatnya, maka beliau pun menyambutnya dengan mengucapkan: "Selamat datang hai puteriku yang tercinta!"
Setelah itu beliau mempersilahkan untuk duduk di sebelah kanan atau di sebelah kiri beliau. Lalu beliau bisikkan sesuatu kepadanya hingga ia (Fathimah) menangis tersedu-sedu.
Ketika melihat kesedihan hati Fathimah, maka sekali lagi Rasulullah pun membisikkan sesuatu kepadanya hingga ia tersenyum gembira. Lalu saya (Aisyah) bertanya kepada Fathimah;
“Ya Fathimah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah memberikan keistimewaan kepadamu dengan membisikkan suatu rahasia di hadapan para istri beliau hingga kamu menangis sedih.”
Setelah Rasulullah berdiri dan berlalu dari tempat itu, saya pun bertanya kepada Fathimah; “wahai Fathimah, sebenarnya apa yang dikatakan Rasulullah kepadamu dalam bisikan tersebut?”
Fathimah menjawab; "Wahai Ummul Mukminin, sungguh Aku tidak ingin menyebarkan rahasia yang telah dibisikkan Rasulullah kepadaku."
Aisyah berkata; Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia, Aku menghampiri Fathimah, seraya bertanya kepadanya;
Aisyah berkata; Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia, Aku menghampiri Fathimah, seraya bertanya kepadanya;
“Wahai Fathimah, Aku hanya ingin menanyakan kepadamu tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu yang dulu kamu tidak mau menjelaskannya kepadaku”
Fathimah menjawab; 'Wahai Ummul Mukminin, “Sekarang setelah Rasulullah meninggal dunia, Aku akan memberitahukanya kepadamu
Fathimah menjawab; 'Wahai Ummul Mukminin, “Sekarang setelah Rasulullah meninggal dunia, Aku akan memberitahukanya kepadamu
Dulu, ketika Rasulullah membisikkan sesuatu kepadaku, untuk yang pertama kali, beliau memberitahukan bahwasanya Jibril dan beliau biasanya bertadarus Al Qur'an satu atau dua kali dalam setiap tahun dan kini beliau bertadarus kepadanya (Jibril) sebanyak dua kali.
Generated by Thread Navigator
Press ⌘ + S to quick-export
