Hi,👋 we have updated the app and fixed multiple bugs. We are lacking funds, request to free user not to use Adblock. Ads are non intrusive. 😊

@sayid__machmoed: PENAMAAN NAMA MANHAJ SALAF HAN...

@sayid__machmoed
15 views Apr 24, 2026
Advertisement
1
PENAMAAN NAMA MANHAJ SALAF HANYALAH TIPU MUSLIHAT UNTUK KEPENTINGAN KELOMPOK

Penamaan “Manhaj Salaf” itu diciptakan dengan cara “Menyunat” sepenggal hadist yang tidak terkait sama sekali. Tujuannya adalah agar tampil beda dari umat Islam yang bermazhab.
2
Dan yakin benar inilah nama terbaik untuk satu satunya golongan yang selamat.

Gerakan ini saking ingin tampil beda, mereka melakukan "sunatan masal" terhadap dalil-dalil untuk membangun kesan adanya Manhaj Salaf.
3
Contoh hadist yang di “sunat” yang sering dipakai ialah:

اِتَّقِيْ اللهَ وَاصْبِرِي فَإِنَّ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ

“Bertakwalah kamu dan bersabarlah karena sesungguhnya sebaik-baik Salaf bagi kamu (pendahulumu) adalah aku”

📚HR. Al-Bukhari dan Muslim
Media image
4
Hadits tsb bukan bicara manhaj, tapi menjelaskan keutamaan putri beliau, Fathimah. Pasca Rasul wafat Fathimah lah yang segera menyusul di kalangan keluarganya, yakni tidak ada yang lebih baik dari pada Fathimah selain Rasulullah yang mendahuluinya.
5
Jadi salaf dalam konteks itu adalah pendahulu keluarga Fathimah.

Berikut hadist riwayat lengkapnya:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَهُ لَمْ يُغَادِرْ مِنْهُنَّ وَاحِدَةً فَأَقْبَلَتْ فَاطِمَةُ تَمْشِي مَا
6
تُخْطِئُ مِشْيَتُهَا مِنْ مِشْيَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا فَلَمَّا رَآهَا رَحَّبَ بِهَا فَقَالَ مَرْحَبًا بِابْنَتِي ثُمَّ أَجْلَسَهَا عَنْ يَمِينِهِ أَوْ عَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ سَارَّهَا فَبَكَتْ بُكَاءً شَدِيدًا فَلَمَّا رَأَى
7
جَزَعَهَا سَارَّهَا الثَّانِيَةَ فَضَحِكَتْ فَقُلْتُ لَهَا خَصَّكِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْنِ نِسَائِهِ بِالسِّرَارِ ثُمَّ أَنْتِ تَبْكِينَ فَلَمَّا قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلْتُهَا مَا قَالَ لَكِ رَسُولُ
8
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ مَا كُنْتُ أُفْشِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِرَّهُ قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ عَزَمْتُ عَلَيْكِ بِمَا لِي عَلَيْكِ مِنْ
9
الْحَقِّ لَمَا حَدَّثْتِنِي مَا قَالَ لَكِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ أَمَّا الْآنَ فَنَعَمْ أَمَّا حِينَ سَارَّنِي فِي الْمَرَّةِ الْأُولَى فَأَخْبَرَنِي أَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يُعَارِضُهُ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً أَوْ
10
مَرَّتَيْنِ وَإِنَّهُ عَارَضَهُ الْآنَ مَرَّتَيْنِ وَإِنِّي لَا أُرَى الْأَجَلَ إِلَّا قَدْ اقْتَرَبَ فَاتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي فَإِنَّهُ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ قَالَتْ فَبَكَيْتُ بُكَائِي الَّذِي رَأَيْتِ فَلَمَّا رَأَى جَزَعِي سَارَّنِي الثَّانِيَةَ فَقَالَ يَا
11
فَاطِمَةُ أَمَا تَرْضَيْ أَنْ تَكُونِي سَيِّدَةَ نِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ أَوْ سَيِّدَةَ نِسَاءِ هَذِهِ الْأُمَّةِ قَالَتْ فَضَحِكْتُ ضَحِكِي الَّذِي رَأَيْتِ
12
Dari 'Aisyah dia berkata; 'Suatu ketika para istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sedang berkumpul dan berada di sisi beliau tanpa ada seorang pun yang tidak hadir saat itu.
13
Tak lama kemudian, datanglah Fathimah dengan berjalan kaki yang mana cara jalannya persis dengan cara jalannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika melihatnya, maka beliau pun menyambutnya dengan mengucapkan: "Selamat datang hai puteriku yang tercinta!"
14
Setelah itu beliau mempersilahkan untuk duduk di sebelah kanan atau di sebelah kiri beliau. Lalu beliau bisikkan sesuatu kepadanya hingga ia (Fathimah) menangis tersedu-sedu.
15
Ketika melihat kesedihan hati Fathimah, maka sekali lagi Rasulullah pun membisikkan sesuatu kepadanya hingga ia tersenyum gembira. Lalu saya (Aisyah) bertanya kepada Fathimah;
16
“Ya Fathimah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah memberikan keistimewaan kepadamu dengan membisikkan suatu rahasia di hadapan para istri beliau hingga kamu menangis sedih.”
17
Setelah Rasulullah berdiri dan berlalu dari tempat itu, saya pun bertanya kepada Fathimah; “wahai Fathimah, sebenarnya apa yang dikatakan Rasulullah kepadamu dalam bisikan tersebut?”
18
Fathimah menjawab; "Wahai Ummul Mukminin, sungguh Aku tidak ingin menyebarkan rahasia yang telah dibisikkan Rasulullah kepadaku."

Aisyah berkata; Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia, Aku menghampiri Fathimah, seraya bertanya kepadanya;
19
“Wahai Fathimah, Aku hanya ingin menanyakan kepadamu tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu yang dulu kamu tidak mau menjelaskannya kepadaku”

Fathimah menjawab; 'Wahai Ummul Mukminin, “Sekarang setelah Rasulullah meninggal dunia, Aku akan memberitahukanya kepadamu
20
Dulu, ketika Rasulullah membisikkan sesuatu kepadaku, untuk yang pertama kali, beliau memberitahukan bahwasanya Jibril dan beliau biasanya bertadarus Al Qur'an satu atau dua kali dalam setiap tahun dan kini beliau bertadarus kepadanya (Jibril) sebanyak dua kali.
21
Sungguh aku (Rasulullah) tahu bahwa ajalku telah dekat.
Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah, SESUNGGUHNYA SEBAIK-BAIK PENDAHULUMU (salafmu) ADALAH AKU.
22
Fathimah berkata; 'Mendengar bisikan itu, maka Aku pun menangis, seperti yang kamu lihat dulu. Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melihat kesedihanku, maka beliau pun berbisik lagi kepadaku:
23
Wahai Fatimah, maukah kamu menjadi pemimpin para istri orang-orang mukmin atau sebaik-baiknya wanita umat ini? Lalu Aku pun tertawa seperti yang dulu kamu lihat."

📚HR MUSLIM
24
Dalam riwayat lain:

حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ
25
إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا فَاطِمَةَ ابْنَتَهُ فَسَارَّهَا فَبَكَتْ ثُمَّ سَارَّهَا فَضَحِكَتْ فَقَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ
26
لِفَاطِمَةَ مَا هَذَا الَّذِي سَارَّكِ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَكَيْتِ ثُمَّ سَارَّكِ فَضَحِكْتِ قَالَتْ سَارَّنِي فَأَخْبَرَنِي بِمَوْتِهِ فَبَكَيْتُ ثُمَّ سَارَّنِي فَأَخْبَرَنِي أَنِّي أَوَّلُ مَنْ يَتْبَعُهُ مِنْ أَهْلِهِ فَضَحِكْتُ
27
Dari Aisyah dia berkata; “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam memanggil Fathimah, anaknya. Beliau membisikinya dan ia pun menangis, lalu beliau membisikinya dan ia pun tersenyum.
28
Aisyah berkata; "Saya bertanya kepada Fathimah; “Apa yang dibisikkan oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam kepadamu hingga kamu menangis, kemudian beliau berbisik kepadamu dan kamu tersenyum?"
29
Ia menjawab; "Beliau berbisik kepadaku dan memberitahuku akan kematiannya, aku pun menangis. Kemudian beliau berbisik kepadaku dan memberitahuku bahwa saya adalah orang yang pertama kali mengikutinya dari keluarganya maka aku pun tersenyum."

📚HR.muslim 2450
30
Coba perhatikan arah pembicaraan hadits di atas.!
Sama sekali tidak terkait manhaj, bahkan bukan pula bicara pemahaman yang benar hanya salaf dan selain salaf pasti salah.

PEMAKSAAN KEDUA, inilah yang paling menggelikan yakni khas Wahabi bangat dalam berkesimpulan.
31
Contoh pemaksaan dalil lainnya, adalah dengan menyunat dalil berikut:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو جَمْرَةَ حَدَّثَنَا زَهْدَمُ بْنُ مُضَرِّبٍ قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
32
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ قَالَ عِمْرَانُ لَا أَدْرِي ذَكَرَ ثِنْتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا بَعْدَ قَرْنِهِ ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ يَنْذِرُونَ وَلَا يَفُونَ
33
وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ وَيَظْهَرُ فِيهِمْ السِّمَنُ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad dari Yahya bin Sa'id dari Syu'bah mengatakan,
34
Telah menceritakan kepadaku Abu Jamrah telah menceritakan kepada kami Zahdam bin Mudharrib mengatakan, aku mendengar Imran bin Hushain menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda;
35
SEBAIK-BAIK KALIAN ADALAH GENERASIKU, KEMUDIAN GENERASI BERIKUTNYA, KEMUDIAN GENERASI BERIKUTNYA.

📚HR Bukhori 6201
36
Hadits diatas sengaja dipotong, untuk membangun opini adanya sebuah manhaj bernama manhaj salaf.

Bila kita membaca lengkap
hadits tsb, maka terlihat gamblang maksud dari kata "terbaik" tersebut.
37
Terbaik disitu bermaksud menerangkan sifat generasi yang baik adalah, yang menjauhi khianat. Bukan berbicara Manhaj Salaf terbaik ataupun cara dan metodologi pemahaman agama.

Mari kita simak hadist lengkap:
38
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جَمْرَةَ قَالَ حَدَّثَنِي زَهْدَمُ بْنُ مُضَرِّبٍ قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
39
قَالَ خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ قَالَ عِمْرَانُ فَمَا أَدْرِي قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ قَوْلِهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ يَكُونُ بَعْدَهُمْ قَوْمٌ يَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ
40
وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَنْذُرُونَ وَلَا يَفُونَ وَيَظْهَرُ فِيهِمْ السِّمَنُ

Dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang hidup pada masaku, kemudian orang-orang pada masa berikutnya,
41
kemudian orang-orang pada masa berikutnya."
Imran berkata; “Saya tidak tahu apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan orang-orang sesudah masa beliau dua atau tiga kali.”
42
Setelah itu akan datang orang-orang yang memberikan KESAKSIAN padahal mereka tidak dimintai kesaksian, mereka BERKHIANAT dan tidak dapat dipercaya, mereka BERNADZAR namun tidak meIaksanakannya dan diantara mereka tampak GEMUK.'

📚Hr bukhari
43
Nah perhatikan, jelas makna terbaik disitu adalah dalam akhlak, yakni mereka tidak berkhianat, dan tidak rakus dunia dsb.

Itupun Allah sangat adil, tetap membuka peluang siapa yang beriman kepda Allah dan Rasul tanpa ragu dan beramal sholeh (termasuk berjihad)
44
dengan sungguh-sungguh sebagimana sungguh-sungguhnya generasi terbaik tsb maka mereka berhak juga menyandang pujian dari Allah.
45
وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍ ۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ ذٰ لِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ
46
“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.
47
Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.

📚At-Taubah : 100
48
Kita mengimani keutamaan para sahabat yang beriman dan berjihad bersama Nabi. Tapi Ayat tsb juga bukan menerangkan pemahaman yang paling tepat dengan memilah pada salaf. Kesungguhan iman dan amal sholih lah penyebab mereka disebut terbaik.
49
Bila kita mengikuti kesungguhan iman dan amal sholih seperti itu, maka mendapat kebaikan serupa.

Oleh karena itu di akhir jaman juga ada yang bisa lebih baik dari pada shahabat:
50
أبو جمعة قال تغدينا مع رسول الله صلى الله عليه و سلم ومعنا أبو عبيدة بن الجراح قال فقال يا رسول الله هل أحد خير منا اسلمنا معك وجاهدنا معك قال نعم قوم يكونون من بعدكم يؤمنون بي ولم يروني
51
Diriwayatkan dari Abu Jum’ah Radhiallahu’an yang berkata “Suatu saat kami pernah makan siang bersama Rasulullah dan ketika itu ada Abu Ubaidah bin Jarrah yang berkata: “Wahai Rasulullah adakah orang yang lebih baik dari kami?
Kami memeluk Islam dan berjihad bersama Engkau.
52
Beliau SAW menjawab “Ya ada, yaitu kaum yang akan datang setelah kalian, yang beriman kepadaku padahal mereka tidak melihat Aku”

📚Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad nya juz 4 hal 106 no 17017 tahqiq Syaikh Syu’aib Al Arnauth, beliau berkata hadist ini shahih.
53
Sebenarnya Manhaj dan Syariat itu di dalam Al-Qur'an satu kesatuan istilah dalam syar'i. Bahwa syariat yang menjadi aturan-aturan dan manhaj menjadi jalan terang yang dibawa Nabi kepada ummatnya.
54
Keduanya sudah lengkap dibawa dan disampaikan oleh Nabi sebagai satu kesatuan.
Sebagaimana firman Allah:

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا

Untuk setiap umat di antara kamu, telah Kami berikan SYARIAT dan MANHAJNYA.

Al-Ma'idah : 48
55
Sedangkan salaf itu artinya nenek moyang, yang telah mendahului kita (baik sebelum atau setelah Nabi Muhammad), termasuk di dalamnya orang kafir. Bahkan secara khusus Allah menggunakan istilah salaf dalam Al Qur'an untuk kaum FASIQ:
56
فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهٗ فَاَطَاعُوْهُ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ، فَلَمَّاۤ اٰسَفُوْنَا انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَاَغْرَقْنٰهُمْ اَجْمَعِيْنَ، فَجَعَلْنٰهُمْ سَلَفًا وَّمَثَلًا لِّلْاٰخِرِيْنَ
57
“Maka dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang FASIQ. Lalu ketika mereka membuat Kami murka, Kami hukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya.
58
Maka Kami jadikan mereka sebagai (kaum) SALAF, dan pelajaran bagi orang-orang yang kemudian.”

📚Az-Zukhruf : 56

Qodarullah; Tanpa mereka sadari, ternyata ada ayat Al-Qur’an yang menyebut Salaf sebagai kaum FASIQ di masa FIR’UN
59
Rasulullah juga menyebut penduduk Yaman adalah manusia terbaik dimuka bumi:

يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْض
60
“Akan muncul atas kalian penduduk Yaman. Mereka bak segumpal awan. MEREKA ADALAH SEBAIK-BAIK PENDUDUK BUMI.”

📚HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi, dinilai shohih oleh Al-Albani (Wahabi)
61
Lalu apakah kemudian standar kebenaran agama adalah harus dari penduduk YAMAN?
Adakah kelompok beragama yang membuat MANHAJ YAMAN?

Tentu tidak!

Padahal kalau di bandingkan dengan hadist sebaik baik salaf, hadist Yaman yang paling jelas arahnya
62
Lagian kalau hadits "sebaik-baik" itu bermakna pemahaman al-Quran dan Sunnah, apakah itu bermakna mereka semua pasti benar dan generasi lainnya pasti salah?

Banyak sekali Nabi Shallallahu alaihi wasalam menggunakan istilah "sebaik-baik manusia."
63
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الْإِبِلَ صَالِحُ نِسَاءِ
64
قُرَيْشٍ أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِي صِغَرِهِ وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ

Dari Abu Hurairah Radliallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
SEBAIK-BAIK WANITA ADALAH YANG DAPAT MENGENDARAI UNTA.
65
Sebaik-baik wanita Quraisy adalah adalah yang paling lembut dan simpati pada anak di masa kecilnya, dan paling bisa menjaga harta suaminya.

📚HR bukhari 4692
66
Coba berpikir: Apakah tidak ada yg lebih baik daripada penunggang onta?
Apakah pemahaman al-Quran dan Sunnah terbaik seorang wanita adalah mereka yg bisa menunggang onta?
Tentu tidak!
67
Santriwati yang bisa menghafal al-Quran, paham ilmu fiqh belum tentu semua punya kendaraan apa lagi onta.
Mikir!?

Lalu soal pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Allah memberikan kefahaman bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Tanpa diskriminasi sekat waktu.
68
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ، فَرُبَّ مُبَلَّغٍ اَوْعَى مِنْ سَامِعٍ. الترمذى 4: 142، رقم: 2795، و قال: حديث حسن صحيح
69
Dari Ibnu Mas'ud Radhiallahu’an, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda: "Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang MENDENGAR sesuatu (Quran/Hadist) dariku lalu menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya.
70
Karena kadangkala orang yang diberi penyampaian itu lebih bisa memahami, daripada orang yang mendengar langsung"

📚HR. Tirmidzi juz 4, hal. 142, no. 2795, ia berkata : "Ini hadits Hasan Shahih"
71
Jadi yang benar beragama itu mengikuti Al-Quran yang diturunkan Allah dan Sunnah Nabi, berlaku dari generasi ke genarasi tanpa diskriminasi sekat waktu. Baik salaf maupun khalaf semua dilalui, untuk melaksanakan manhaj yang lurus yakni manhaj Nabi.
72
Adapun Madzhab-Madzhab yang sudah ada, sebenarnya adalah wasilah atau jalan yang dilalui (baca: pendapat) diantara sekian banyak wasilah yang lain dalam menuju manhaj dan syariat yang dibawa Nabi.
73
Bila kita dicermati, gerakan manhaj salaf yang muncul belakangan ini, hakikatnya ya MADZHAB BARU, hanya saja agar tampil beda maka dipakailah istilah manhaj.
74
Sebenarnya tak bermasalah bila TERM MANHAJ tsb tidak dimaksudkan bermakna syar'i. Yakni sekedar metode/ jalan/pendapat yang dipakai menuju pemahaman manhaj Nabi, artinya tidak mengklaim satu-satunya metode yang benar.
75
Tetapi dalam hal ini lebih baik digunakan istilah "Madzhab" yang sudah masyhur digunakan ulama

Dan bila memakai Term Madzhab, mestinya sharih merujuk kepada tokoh pencetus pendapat ataupun metodologi yang dimaksud, misalnya sebut saja Madzhab Wahabi. Tidak usah bawa Manhaj Salaf
76
Bukankah ini disebut Bid’ah, yang tak pernah digunakan oleh para Ulama Salaf sebelumnya!?

Teriak bid’ah tiap hari, tapi dirinya membuat bid’ah

Begitulah cara Wahabi menipu umat, dalil di gunakan sesuai hawa nafsu, kalau tidak sesuai hatta hadist di sunat

Semoga bermanfaat 🙏🏿🌹
Media image
Actions
Visual Editor Carousel Maker NEW
Update Thread
What You Can Do
  • Download as PDF
  • Save to Notion
  • Export as Markdown
  • Visual Editor
  • LinkedIn & Instagram Carousel Maker
Create Free Account

Includes 7-day Premium trial

Advertisement