Hi,👋 we have updated the app and fixed multiple bugs. We are lacking funds, request to free user not to use Adblock. Ads are non intrusive. 😊

Carousel Studio

Repurpose X Threads into LinkedIn & Instagram Carousels

Canvas & Ratio

Choose your destination platform format


Layout Template

Choose a content structure for your slides


Preset Themes


Typography & Sizing

Title Font Size36px
Body Font Size18px
Header & Footer Size12px

Brand Kit Customization

AGENCY

Configure brand assets for headers & footers

MULTI-PROFILES (AGENCY)
AGENCY
SAVE PRESETS (AGENCY)

Outro Slide CTA

Customize your closing call-to-action slide

#1
#2
#3

Background Pattern

Source Content

Build Your Carousel

Drag and drop any post card below onto a slide, or use the quick buttons to insert content/images instantly!

Drag Post #1
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Sebelum buru-buru ngejudge, ada baiknya kita cari tahu dulu grafiknya gimana. Aku ga ada credentials Sport Science. Cuman orang amatir aja yang suka main badminton pake Garmin buat analisis data pribadi. Nah berdasarkan data pribadi, kita mesti bedain spiked heart rate. <a target="_blank" href="https://twitter.com/putrategar2709/status/2052622938042683831" color="blue">x.com/putrategar2709…</a>

Drag Post #2
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Sayangnya badminton termasuk cabor yang tidak disupport natively oleh Garmin/Strava dkk, yang sport science buat runningnya cukup akurat. Jadi kalo buat minton, wrist HR itu mostly ga akurat. Makanya atlet beneran itu biasanya pake whoop yang nempel terus di lengan.

Drag Post #3
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Ga akuratnya karena badminton itu olahraga agility, sering akselerasi ganti vektor dalam sepersekian detik. Jadi kalo sensornya geser dikit aja dia measure instant value yang kurang akurat. Di running ini no issue, karena yang jadi metrik performance itu averaged HR.

Drag Post #4
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Di badminton, justru kebalikannya. Data yang penting itu malah yang instant value. Berapa HR kita saat jump smash? HR Alwi mungkin 200, tapi kalo itu instant value, itu masih wajar. Bisa karena kalibrasi atau memang 200 juga gpp, asalkan instan.

Drag Post #5
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Saya juga main badminton bisa aja nyentuh 202 Max HR. Tapi kalau liat data pointnya, ya itu cuman sedetik doang, terus balik lagi ke 180an. Bisa diignore jadi outlier. Beda ceritanya kalau Alwi 200bpm dalam window 1 menit. Nah ini baru masalah. Secara fisik butuh VO2Max besar.

Drag Post #6
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Metrik yang menurut saya bagus untuk diukur di badminton adalah recovery heart rate dan average HR PER RALLY. Bukan selama durasi pertandingan, karena ga bisa dijadiin insight. Kenapa recovery heart rate ini penting di badminton:

Drag Post #7
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Buat level pro atlet apalagi men single, dalam satu rally, itu biasanya energi yang dipake itu langsung dari otot. Karena telat aja kalo pake aerobik. Rata-rata rally itu paling di bawah 1 menit. Sebagai perbandingan, kalau pemain hobi/amatir mengeluarkan effort yang sama...

Drag Post #8
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

...di satu menit itu, besar kemungkinan badannya udah butuh aerobik supply. Ini yang bikin HR naik. Pro atlet? Idealnya HR-nya belum naik. Baru sekitar 10-15 menitan, oxygen debtnya memicu HR naik. Makanya, kalo untuk atlit MS, yang penting itu ngukur recoverynya...

Drag Post #9
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Simulasinya gini. Misal HR awal rally 150-160. Rallynya 2 menit, harusnya aerobic udah kick in ke average 170-180bpm. Setelah rally berakhir, kita dapet jeda palingan 20 detik (ini aja udah kelamaan). Itu HR mesti udah turun lagi ke 150. Kalo ga turun, dia start rally with debt

Drag Post #10
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Kalo rallynya 2 menitan lagi, average 180bpm atas lagi, dia ga akan punya cukup oksigen untuk stay di zone 2 atau zone 3. Dia kepaksa max effort terus. Pada saat interval dia punya waktu max 1 menitan lah untuk nurunin dari 180bpm ke idealnya 130-140bpm lagi.

Drag Post #11
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Kenapa ke range 140bpm? Soalnya terlalu rendah juga jelek, berarti badannya ga siap buat rally. Di badminton itu pemanasan perlu, karena kalo HRnya kerendahan, ntar lu malah pingsan 😅. Jadi yang diukur itu, bisa ga turun 40bpm dari zone 3/4, hanya dalam waktu 30 detik?

Drag Post #12
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Kalo kalian runner mungkin metriknya agak beda. Karena biasanya yang dicari tuh HR pas base speed masih stay di zone 2/3. Kalo mau ngukur efisiensi badan di minton, harus sprint dulu sampe zone 3/4 selama 2 menit. Terus langsung berhenti. Ukur dalam 30s, 1m, dan 2m turunnya gmn

Drag Post #13
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

Balik lagi ke case Alwi. Ya menurutku ga masalah kalau dia end rally di 180-200bpm. Tapi habis itu dia harus start rally dalam 30 detik sudah di 150-160 bpm lagi. Tergantung zona jantung masing-masing juga sih. Kan angkanya beda-beda. Yang bisa ngukur akurat ya pake VO2Max test.

Drag Post #14
Maulana @ Nothing to Play atm
@maulana_pcfre

My type systems thinking brain is rusty... Need to stretch it out a bit.