Canvas & Ratio
Choose your destination platform format
Layout Template
Choose a content structure for your slides
Preset Themes
Typography & Sizing
Brand Kit Customization
AGENCYConfigure brand assets for headers & footers
Outro Slide CTA
Customize your closing call-to-action slide
Background Pattern
Build Your Carousel
Drag and drop any post card below onto a slide, or use the quick buttons to insert content/images instantly!

Khalid mengira Syiah, apalagi di Iran, tidak punya tradisi intelektual sehingga kedudukan "Ayatullah" hanya label biasa. Ini jelas asal bunyi (asbun) yang keluar dari mulut yang tidak pernah membaca. Apalagi dia menyebut Ayatullah Khomaeni orang Yahudi. Jelas ngaco. <a target="_blank" href="https://twitter.com/ahlulqohwah/status/2037380365116215555" color="blue">x.com/ahlulqohwah/stβ¦</a>

Generasi awal intelektual muslim yang fokus dalam bidang kabilah, apalagi keturunan Abi Thalib, adalah orang-orang Syiah. Nyari semua kitab nasab Suku Quraish ditulis oleh orang Syiah. Kemudian nasab keturunan Hasyimi, Thalibi, dan Hasani-Husaini ditulis oleh Syiah.

Tidak sulit bagi orang Syiah untuk memvalidasi nasab Hasyimi, termasuk Sayid Khomaeni dan Sayid Ali Khamenei, karena catatan mereka ada, diriwayatkan turun temurun, dan dijaga. Ketat tidaknya penjagaan, ini perkara lain. Tapi pemalsuan hampir pasti terungkap.

Asal-usul Sayid Khomaeni sebagai orang Yahudi tidak pernah ada dalam literatur. Justru yang lebih sering adalah pengaitannya sebagai orang India, bukan Persia. Kenapa? Karena Sayid Ahmad, kakeknya, memang lahir di India. Tapi Hasyimi berpencar ke seluruh dunia.

Lahir dari kakek yang punya nisbat "Al-Hindi" (mansya'an, tumbuh besar di India), tidak lantas membuatnya berdarah India. Karena Sayid Khomaeni memang orang India. Akan tetapi nasabnya, yang secara biologis diwarisinya dari jalur patrilineal, tersambung ke Husain bin Ali.