Carousel Studio

Repurpose X Threads into LinkedIn & Instagram Carousels

Canvas & Ratio

Choose your destination platform format


Layout Template

Choose a content structure for your slides


Preset Themes


Typography & Sizing

Title Font Size36px
Body Font Size18px
Header & Footer Size12px

Brand Kit Customization

AGENCY

Configure brand assets for headers & footers

MULTI-PROFILES (AGENCY)
AGENCY
SAVE PRESETS (AGENCY)

Outro Slide CTA

Customize your closing call-to-action slide

#1
#2
#3

Background Pattern

Source Content

Build Your Carousel

Drag and drop any post card below onto a slide, or use the quick buttons to insert content/images instantly!

Drag Post #1
Rumail Abbas
@Stakof

Khalid mengira Syiah, apalagi di Iran, tidak punya tradisi intelektual sehingga kedudukan "Ayatullah" hanya label biasa. Ini jelas asal bunyi (asbun) yang keluar dari mulut yang tidak pernah membaca. Apalagi dia menyebut Ayatullah Khomaeni orang Yahudi. Jelas ngaco. <a target="_blank" href="https://twitter.com/ahlulqohwah/status/2037380365116215555" color="blue">x.com/ahlulqohwah/st…</a>

Drag Post #2
Rumail Abbas
@Stakof

Generasi awal intelektual muslim yang fokus dalam bidang kabilah, apalagi keturunan Abi Thalib, adalah orang-orang Syiah. Nyari semua kitab nasab Suku Quraish ditulis oleh orang Syiah. Kemudian nasab keturunan Hasyimi, Thalibi, dan Hasani-Husaini ditulis oleh Syiah.

Drag Post #3
Rumail Abbas
@Stakof

Tidak sulit bagi orang Syiah untuk memvalidasi nasab Hasyimi, termasuk Sayid Khomaeni dan Sayid Ali Khamenei, karena catatan mereka ada, diriwayatkan turun temurun, dan dijaga. Ketat tidaknya penjagaan, ini perkara lain. Tapi pemalsuan hampir pasti terungkap.

Drag Post #4
Rumail Abbas
@Stakof

Asal-usul Sayid Khomaeni sebagai orang Yahudi tidak pernah ada dalam literatur. Justru yang lebih sering adalah pengaitannya sebagai orang India, bukan Persia. Kenapa? Karena Sayid Ahmad, kakeknya, memang lahir di India. Tapi Hasyimi berpencar ke seluruh dunia.

Drag Post #5
Rumail Abbas
@Stakof

Lahir dari kakek yang punya nisbat "Al-Hindi" (mansya'an, tumbuh besar di India), tidak lantas membuatnya berdarah India. Karena Sayid Khomaeni memang orang India. Akan tetapi nasabnya, yang secara biologis diwarisinya dari jalur patrilineal, tersambung ke Husain bin Ali.