Hi,👋 we have updated the app and fixed multiple bugs. We are lacking funds, request to free user not to use Adblock. Ads are non intrusive. 😊

Carousel Studio

Repurpose X Threads into LinkedIn & Instagram Carousels

Canvas & Ratio

Choose your destination platform format


Layout Template

Choose a content structure for your slides


Preset Themes


Typography & Sizing

Title Font Size36px
Body Font Size18px
Header & Footer Size12px

Brand Kit Customization

AGENCY

Configure brand assets for headers & footers

MULTI-PROFILES (AGENCY)
AGENCY
SAVE PRESETS (AGENCY)

Outro Slide CTA

Customize your closing call-to-action slide

#1
#2
#3

Background Pattern

Source Content

Build Your Carousel

Drag and drop any post card below onto a slide, or use the quick buttons to insert content/images instantly!

Drag Post #1
Fauzan Al-Rasyid
@fauzanalrasyid

Saya pikir ini oversimplified. Enggak semua yang Mbak @ayamgota sebut itu bentuk keuntungan dari ketiadaan patriarki. Saya lihat, sekarang ini kata patriarki sering banget dipakai buat jelasin hampir semua dinamika gender dan campur aduk sama konsep gender bias. <a target="_blank" href="https://twitter.com/ayamgota/status/2036456944731595100" color="blue">x.com/ayamgota/statu…</a>

Drag Post #2
Fauzan Al-Rasyid
@fauzanalrasyid

Saya bukan pakar studi gender atau pakar sosial, tapi sepemahaman saya, patriarki itu struktur, gender bias itu efeknya dalam keseharian. Masalahnya sekarang ini apa-apa sering langsung dilabelin patriarki, padahal banyak kasus sebenarnya cuma gender bias atau norma sosial.

Drag Post #3
Fauzan Al-Rasyid
@fauzanalrasyid

Patriarki itu apa sih? Sederhananya, patriarki itu kan sistem sosial (level besar) yang di situ posisi kekuasaan, secara historis, lebih banyak dipegang laki-laki. Ini konteksnya struktur, bukan kejadian kecil sehari-hari.

Drag Post #4
Fauzan Al-Rasyid
@fauzanalrasyid

Twit Mbak @ayamgota yang mempertanyakan “kenapa laki-laki enggak melawan patriarki, padahal bisa dapat benefit A, B, C” ini seolah-olah menyederhakan konsep ini ke kacamata untung/rugi, padahal patriarki itu sendiri bukan siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan. Patriarki itu konsep struktur, bukan soal siapa bayarin kopi atau siapa dapet bunga, misalnya.

Drag Post #5
Fauzan Al-Rasyid
@fauzanalrasyid

@ayamgota Yang perlu dikritik itu sebetulnya norma-norma yang sudah enggak relevan, bukan serta-merta “melawan patriarki” seolah semua aspek di dalamnya buruk. Enggak semua hal harus dilabeli “lawan patriarki”.

Drag Post #6
Fauzan Al-Rasyid
@fauzanalrasyid

@ayamgota Kalau ada bapak sebagai kepala keluarga, itu kan jelas patriarki. Terus harus dilawan? Pertanyaannya, dilawan sampai apa? Dihapus total? Diganti? Atau bagaimana?

Drag Post #7
Fauzan Al-Rasyid
@fauzanalrasyid

@ayamgota Sebetulnya kan yang sering jadi masalah itu bukan strukturnya, tapi praktiknya. Ketika kepemimpinan jadi otoriter, ketika perempuan enggak punya suara, ketika ada ketidakadilan dalam hubungan. Nah, ini yang layak dikritik.

Drag Post #8
Fauzan Al-Rasyid
@fauzanalrasyid

Jadi yang perlu “dilawan” itu bukan label patriarkinya. Patriarki bisa kok bersikap adil, saling menghargai peran antargender. Kalau semuanya baik, terus apa yang mau dilawan? Masalahnya di medsos, semua hal dicampur. Dari urusan serius sampai hal remeh kayak siapa bayar pas nge-date, siapa kasih bunga, siapa yang boleh/enggak boleh nangis, ini semua dilabeli “patriarki”.

Drag Post #9
Fauzan Al-Rasyid
@fauzanalrasyid

Jadi framing atau narasi “patriarki itu menguntungkan laki-laki” itu oversimplified. Jangan sistem sosial itu direduksi jadi soal kenyamanan pribadi seolah-olah struktur besar harus dilawan hanya karena ada opsi yang “lebih enak”. Realitasnya ya ... ada peran, ada tanggung jawab, ada konsekuensi.