1. dalam islam, transaksi produk apapun yg dilarang agama (haram) memang gaboleh ya guys.
baik menjual, mengantar, menghidangkan, dan proses apapun yg berkaitan dgn itu hukumnya jg haram.
dan ini bukan pendapat pribadi, tapi kaidah fiqh dalam islam yg didasari oleh dalil dan disimpulkan oleh para ulama (pic 1 : kitab al fiqh al islami wa adillatihi lizzuhailiy)
2. babi, selain dagingnya haram dimakan, seluruh tubuhnya pun haram dimanfaatkan dan najis. dlm madzhab syafi’i, babi ini disamakan dgn anjing. kalo anjing yg keharamannya aja ga ada dlm Quran tp cara cuci najisnya harus 7x krn termasuk najis berat (mugholladzoh), apalagi babi yg keharamannya jelas disebut di Quran. (pic 2)
jadi, mungkin kehati hatian drivernya gamau ambil orderan karena khawatir plastik atau kemasannya bagian luar jg tanpa sengaja terkena minyak bekas mengolah daging babi tersebut.
sedangkan mencuci najis babi ini walau para ulama berbeda pendapat soal jenis najis dan cara mencucinya, tapi dalam madzhab syafii yg kebanyakan dipegang oleh masyarakat indonesia, najis babi sama dgn najis anjing, yaitu harus dicuci 7x salah satunya dgn debu/tanah.
so, drivernya udh bener dgn berhati hati gamau ambil orderan ini. apalagi drivernya jg cukup sopan dlm menolak.
walau soal cancel meng-cancelnya bisa didiskusikan lebih lanjut, but disini kuhanya mau sharing ilmu soal “kenapa driver menolak orderan” itu. jd yuk yg muslim belajar lagi biar ga mudah mencaci maki org lain yg hanya sedang mempraktekkan ajaran islam☺️
wallahu a’lam bishshowaab
View Tweet


