Inilah cenayangnya bulu tangkis: MORTEN FROST.
Sebagai eks pebulutangkis, sudah jelas bahwa komentar2 Morten amat berbau teknis. Ia bisa dengan cermat menjelaskan dan menganalisis berbagai situasi di lapangan, mengapa pemain A melakukan sesuatu, bagaimana kondisi X terjadi, dsb dsb.
Tak heran jika tiap kali ia memandu laga sebagai komentator, ucapan-ucapan Morten ibarat daging semua. Terlebih, selain pemahaman teknisnya yang jelas luar biasa, Morten juga punya kemampuan retorika dan variasi kata yang kaya.
Satu hal lain yang menarik dari Morten Frost: Kemampuannya memprediksi berbagai hal yang terjadi di dalam pertandingan secara akurat.

Dalam laga Praveen/Melati vs Siwei/Yaqiong di French Open 2019, saat kedudukan 18-20, Morten memprediksi Praveen akan melakukan flick serve jika skor berubah menjadi 19-20. Benar saja, Praveen melakukannya.
VIDEO
Cerita lain terjadi saat Daddies melawan Endo/Watanabe di final WTF 2019. Di tengah keunggulan 18-14 untuk pasangan Jepang, Morten berkata bahwa mereka belum aman sebab Daddies bisa mengubah keadaan hanya dalam satu menit.
Tak lama berselang, kedudukan berubah menjadi imbang 18-18, sebelum akhirnya Daddies membalikkan skor dan mengunci laga dengan kemenangan 21-19. Lagi dan lagi, prediksi Morten berujung tepat.
Tak lama berselang, kedudukan berubah menjadi imbang 18-18, sebelum akhirnya Daddies membalikkan skor dan mengunci laga dengan kemenangan 21-19. Lagi dan lagi, prediksi Morten berujung tepat.
Morten tak sekadar cuap-cuap tanpa alasan. Dalam setiap prediksinya, ia selalu menyelipkan analisis teknis dan menambahkan berbagai kemungkinan berdasarkan kondisi yang bisa terjadi di lapangan.
Misal, saat Chan/Goh unggul 20-19 atas Gicquel/Delrue di All England 2021, Morten berkata: "Chan Peng Soon ada di posisi serve tapi ia tak sebagus Goh Liu Ying. Jadi ia mungkin akan melakukan flick, dan Tom langsung memukulnya."
Dan memang seperti itu yang terjadi. Absolute cinema.
Misal, saat Chan/Goh unggul 20-19 atas Gicquel/Delrue di All England 2021, Morten berkata: "Chan Peng Soon ada di posisi serve tapi ia tak sebagus Goh Liu Ying. Jadi ia mungkin akan melakukan flick, dan Tom langsung memukulnya."
Dan memang seperti itu yang terjadi. Absolute cinema.
Morten adalah salah satu legenda terbesar bulu tangkis Denmark. Dengan segala pengalaman tersebut, perspektif Morten terhadap pertandingan tidak sama seperti banyak komentator lain, khususnya yang memang tidak punya backgorund bulu tangkis.

Itulah kenapa ia mampu menganalisis dan memprediksi secara akurat. Bahkan, di titik tertentu, Morten tak sekadar menganalisis, tetapi coba membayangkan dirinya tengah berlaga di atas lapangan.
Hanya mereka yang pernah merasakan atmosfer pertandingan yang mampu melakukannya.
Hanya mereka yang pernah merasakan atmosfer pertandingan yang mampu melakukannya.
Generated by Thread Navigator
Press ⌘ + S to quick-export
