@AnalisaCrypto: Padahal kadesnya sudah bilang ...
@AnalisaCrypto
7 views
Apr 29, 2026
Advertisement
1
Padahal kadesnya sudah bilang kalau warganya gak jatuh miskin, tetap aja di framing “mental miskin akan tetap jadi miskin” demi konten.
Apakah orang desa gak boleh kaya?
Apakah semuanya harus sesuai pemikiran Influencer?
Fitnah yang jahat 🙏🏻
Apakah orang desa gak boleh kaya?
Apakah semuanya harus sesuai pemikiran Influencer?
Fitnah yang jahat 🙏🏻
View Tweet
2
Kepala Desa Sumurgeneng, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Gianto membantah warganya jatuh miskin setelah setahun lalu menjadi miliarderdadakan setelah menerima uang penggusuran.
Gianto mengatakan kehidupan warga Sumurgeneng tidak berubah setelah menjadi miliarder. Beberapa ada yang memilih membeli tanah di luar desa. Kehidupan warga pun kondusif.
"Warga saya kelihatannya masih kondusif dan baik-baik saja. Kalau mau lebih tahu datang saja ke Sumurgeneng untuk lihat kondisi rumah dan mungkin ada peningkatan dari yang kemarin," ujar Gianto kepada CNNIndonesia com, Rabu (26/1).
Gianto mengatakan kehidupan warga Sumurgeneng tidak berubah setelah menjadi miliarder. Beberapa ada yang memilih membeli tanah di luar desa. Kehidupan warga pun kondusif.
"Warga saya kelihatannya masih kondusif dan baik-baik saja. Kalau mau lebih tahu datang saja ke Sumurgeneng untuk lihat kondisi rumah dan mungkin ada peningkatan dari yang kemarin," ujar Gianto kepada CNNIndonesia com, Rabu (26/1).
3
Gianto menyatakan usai menjadi miliarder sampai saat ini kehidupan warga justru berubah drastis. Ia membantah warga malah melarat setelah menjadi miliarder dadakan.
"Justru menjadi kaya, karena tanahnya di luar desa itu lebih luas. Waktu itu tanahnya misal 1 hektare yang dijual, yang pertama dibelikan tanah di desa lain 2 hektare, masih sisa uang," ujar Gianto.
"Itu kan dibelikan tanah, berarti kan kalau 2 hektare baru (habis) Rp4 miliar, sisanya buat beli rumah, bayar utang, atau beli mobil," katanya menambahkan.
"Justru menjadi kaya, karena tanahnya di luar desa itu lebih luas. Waktu itu tanahnya misal 1 hektare yang dijual, yang pertama dibelikan tanah di desa lain 2 hektare, masih sisa uang," ujar Gianto.
"Itu kan dibelikan tanah, berarti kan kalau 2 hektare baru (habis) Rp4 miliar, sisanya buat beli rumah, bayar utang, atau beli mobil," katanya menambahkan.
4
Ia juga membantah banyak warga di Sumurgeneng menjadi pengangguran usai menjual tanahnya ke PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) kilang Grass Root Refinery (GRR).
Menurutnya, pemberitaan terkait hal itu kurang pas dengan kondisi aktual di daerahnya. Saat ini, kata Gianto, proses penyerapan warga untuk bekerja di Pertamina masih terus berlangsung.
Sampai saat ini setidaknya 67 warga Desa Sumurgeneng yang sudah diterima bekerja di Pertamina Rosneft. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja itu juga menyesuaikan porsi dan kebutuhan perusahaan.
"Wajar kalau ada yang belum masuk ini minta kerjaan. Karena orang ya harus bekerja, kita kan kalau bisa jangan nganggur," katanya.
Menurutnya, pemberitaan terkait hal itu kurang pas dengan kondisi aktual di daerahnya. Saat ini, kata Gianto, proses penyerapan warga untuk bekerja di Pertamina masih terus berlangsung.
Sampai saat ini setidaknya 67 warga Desa Sumurgeneng yang sudah diterima bekerja di Pertamina Rosneft. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja itu juga menyesuaikan porsi dan kebutuhan perusahaan.
"Wajar kalau ada yang belum masuk ini minta kerjaan. Karena orang ya harus bekerja, kita kan kalau bisa jangan nganggur," katanya.
