Asumsi tersembunyi yg tidak tampak dari penulis tweet di bawah ini:...

-@dependentbeing
4 views
Aug 03, 2025
~2 min read
1
Asumsi tersembunyi yg tidak tampak dari penulis tweet di bawah ini: subordinasi agama di bawah kategorisasi politik
Agama dipotret dlm kerangka politik modern (konservatif vs progresif). Hasilnya: hanya agama yg progresif lah yg baik
x.com/inganggita/sta…
Agama dipotret dlm kerangka politik modern (konservatif vs progresif). Hasilnya: hanya agama yg progresif lah yg baik
x.com/inganggita/sta…
2
Islam diletakkan di bawah lensa progresif dan konservatif utk kemudian seolah2 menciptakan dilema palsu: yg konservatif mesti kita tinggalkan, yg progresif harus kita junjung demi masa kini dan masa depan yg lebih baik
Tapi, cara2 semacam ini adalah aneh, ngawur, dan inkoheren
Tapi, cara2 semacam ini adalah aneh, ngawur, dan inkoheren
3
Ia melewatkan pertanyaan yg lebih mendasar: siapa yg menegaskan batas, siapa yg memutuskan, dan atas dasar apa kategorisasi konservatif dan progresif itu?
Apakah (1) Islam berstatus sbg agama Allah ataukah (2) sekadar penanda2 kategorisasi politik belaka?
Apakah (1) Islam berstatus sbg agama Allah ataukah (2) sekadar penanda2 kategorisasi politik belaka?
4
Asumsi yg kedua mengakibatkan orang beragama secara "palsu". Agama adalah lauk prasmanan. Ia menu di restoran yg bisa dipesan sesuka hati dgn memperhatikan semangat zaman (zeitgeist)
x.com/dependentbeing…
x.com/dependentbeing…
5
Asumsi yg kedua menjadikan agama hanya sebagai kedok, formalitas, yg biasa dipakai dan bisa ditinggalkan demi keramahtamahan antar warga negara (Indo mayoritas Islam)
Islam tidak lagi dipandang sbg Diin yg sudah komprehensif "disusun" oleh Allah.
Islam tidak lagi dipandang sbg Diin yg sudah komprehensif "disusun" oleh Allah.
6
Tapi sebaliknya, Islam harus diseleksi lagi berdasarkan kategorisasi2 manusiawi. Ia harus dinilai oleh subjektivitas manusia modern dgn slogan palsu bernama "progresivitas"
Awalnya, "Manusia harus nurut Tuhan dan Agama", tapi akhirnya "Tuhan dan Agama tunduk di bawah politik"
Awalnya, "Manusia harus nurut Tuhan dan Agama", tapi akhirnya "Tuhan dan Agama tunduk di bawah politik"
7
Kita bisa berdebat panjang soal perbuatan mana yg secara kategoris dpt diklasifikasikan sbg progresif dan konservatif
Tapi menggandengkan dua istilah modern itu dgn Islam hanya akan menunjukkan secara tak sadar: corak keberagamaan harus tunduk di bahwa isme2 politik
Tapi menggandengkan dua istilah modern itu dgn Islam hanya akan menunjukkan secara tak sadar: corak keberagamaan harus tunduk di bahwa isme2 politik
8
Padahal, hukum2 Islam tidak dibuat untuk melayani kepentingan kaum progresif ataupun konservatif.
Metodologi hukum Islam dibuat dan dijalankan semata2 untuk memaksimalkan penghambaan kpd Allah.
Metodologi hukum Islam dibuat dan dijalankan semata2 untuk memaksimalkan penghambaan kpd Allah.
9
Dengan melabeli corak keberagamaan tertentu sebagai "konservatif" untuk kemudian dianggap inheren buruk, adalah menciptakan dilema palsu
Padahal syumuliyatul (komprehensivitas) Islam, tidak mengenal dilema2 palsu semacam itu
Wallahu A'lam Bisshowab
Padahal syumuliyatul (komprehensivitas) Islam, tidak mengenal dilema2 palsu semacam itu
Wallahu A'lam Bisshowab
12
Agama kehilangan fungsi fundamentalnya, yaitu sebagai pedoman hidup
Narasi2 spt tweet yg aku quote di awal adalah contoh bagaimana keberagamaan tdk lagi soal penghambaan, tapi seramah apa ia melayani kepentingan politik progresif ataupun konservatif
x.com/nionaalfaen/st…
Narasi2 spt tweet yg aku quote di awal adalah contoh bagaimana keberagamaan tdk lagi soal penghambaan, tapi seramah apa ia melayani kepentingan politik progresif ataupun konservatif
x.com/nionaalfaen/st…
13
Yaps sepakat. Inilah makanya menurutku, “moderasi” tdk boleh dimaknai dlm nalar politis an sich. Moderasi dlm Islam bukanlah utk membuat Islam lebih progresif ataupun konservatif
Moderasi adalah “proyek teologis”. Ia punya konsekuensi keimanan dan keberislaman yg kompleks
t.co/PYieGgvQZ1
Moderasi adalah “proyek teologis”. Ia punya konsekuensi keimanan dan keberislaman yg kompleks
t.co/PYieGgvQZ1